Pangkalpinang, INC,. – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kota Pangkalpinang terus memperkuat langkah dalam mempersiapkan generasi muda agar memiliki kompetensi dan kesiapan bekerja di luar negeri secara legal, aman, dan profesional.
Dalam diskusi bersama Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla, menyampaikan dukungannya terhadap program pengembangan sumber daya manusia melalui percepatan program SMK Global yang tahun ini ditargetkan mampu mengakselerasi sekitar 50 ribu peserta.
Menurutnya, program tersebut menjadi peluang besar bagi anak-anak muda Indonesia untuk memiliki keterampilan dan modal kompetensi sebelum memasuki dunia kerja internasional. Ia menegaskan pentingnya koordinasi bersama Dinas Tenaga Kerja agar dapat menemukan format pelatihan yang tepat sesuai kebutuhan negara tujuan.
“Kita ingin kesiapan calon migran benar-benar matang melalui program pelatihan atau bridging program, sehingga kita mengetahui kebutuhan tenaga kerja di luar negeri,” ujarnya.
Saat ini, pemerintah tengah mempercepat pengembangan kompetensi di lima sektor utama, di antaranya tenaga kesehatan atau ners, manufaktur, hospitality, hingga sektor pengemudi atau driver. Adapun negara tujuan yang menjadi fokus penempatan tenaga kerja meliputi Jepang, Korea Selatan, Eropa Timur, Singapura, dan Malaysia.
Wamen juga menyoroti fenomena yang terjadi dalam dua tahun terakhir terkait maraknya pekerja migran nonprosedural, termasuk kasus-kasus yang terjadi di Kamboja. Karena itu, pemerintah melalui kementerian terkait terus menggencarkan program “Pekerja Migran Aman” agar masyarakat memahami pentingnya migrasi kerja yang legal dan memiliki dokumen lengkap.
“Arahan Presiden jelas, mulai dari pra penempatan hingga mereka kembali ke tanah air harus dipastikan aman dan terlindungi,” katanya.
Ia turut mengingatkan para calon pekerja migran agar mempersiapkan kompetensi, mental, dan visi dengan baik sebelum bekerja di luar negeri.
“Kerja di luar negeri tidak semudah yang dibayangkan, tetapi juga tidak seberbahaya yang dipikirkan. Yang penting harus siap secara kemampuan dan mental,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program peningkatan kualitas tenaga kerja muda di Kota Pangkalpinang.
Ia menyebutkan, pemerintah daerah akan menyiapkan Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai pusat pelatihan dan pengembangan kompetensi bagi generasi muda agar siap bersaing di dunia kerja internasional secara legal.
“Kita akan menyiapkan anak-anak kita di Pangkalpinang, agar memiliki kompetensi dan siap dikirim bekerja ke luar negeri secara legal. Arahan dari Pak Wamen akan menjadi langkah awal untuk memperkuat kursus, pelatihan, dan sertifikasi nasional,” ujar Prof. Saparudin.
Tak hanya itu, Pemkot Pangkalpinang juga mulai menyiapkan program pendidikan karakter dan bahasa sejak dini. Salah satu program khusus yang akan dimulai tahun depan yakni kewajiban belajar bahasa Arab bagi pelajar tingkat SMP.
Program tersebut direncanakan berlangsung setiap malam mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB setelah salat Isya, dengan pusat pembelajaran di masjid-masjid.
“Anak-anak kita harus dibiasakan belajar bahasa Arab dan memperkuat pendidikan agama sejak dini. Ini bagian dari pembentukan karakter dan kesiapan mereka menghadapi masa depan,” tutupnya.













