Pangkalpinang, INC,. — Pemerintah Kota Pangkalpinang melakukan pemantauan langsung ke Pasar Pagi sejak Jumat pagi (29/01/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Walikota Pangkalpinang Prof. Saparudin PhD, dengan berkantor di lokasi pasar sekaligus menyerap aspirasi para pedagang.
Sejak pagi, Prof. Saparudin bersama jajaran berdialog dengan pedagang dan pengurus pasar. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Asosiasi Pasar Pagi, Dinas Lingkungan Hidup, Disperindagkop, BPBD, Satpol PP, Dinas Perhubungan serta unsur terkait lainnya.
Dalam dialog tersebut, walikota menerima berbagai keluhan pedagang, mulai dari persoalan kebersihan, kondisi selokan, jalan berlubang, hingga tingginya biaya sewa lapak di dalam pasar.
Pada pukul 14.00 WIB, Pemkot langsung melakukan aksi pembersihan Pasar Pagi, khususnya di area selokan. Namun pembersihan ini belum selesai dan akan kembali dilanjutkan melalui kegiatan gotong royong pada waktu berikutnya.
Prof. Saparudin mengatakan, pihaknya telah menugaskan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota pangkalpinang, untuk melakukan pembersihan besar secara rutin setiap bulan. Pemkot juga membentuk lima kelompok satgas cangkul yang akan fokus membersihkan saluran air pasar secara berkala.
Selain itu, jalan-jalan yang berlubang di kawasan pasar akan ditambal, sementara para pedagang diharapkan ikut menjaga kebersihan lapak masing-masing. Bagian dalam pasar juga direncanakan akan dicat ulang agar terlihat lebih rapi dan nyaman.
“Petugas kebersihan di Pasar Pagi memang masih kurang, dan ini akan kita tambah,” ujar Prof. Saparudin.
Ke depan, Pemkot Pangkalpinang juga telah mengusulkan program revitalisasi Pasar Pagi ke kementerian sejak November 2025 lalu. Revitalisasi tersebut direncanakan menggunakan dana APBN dengan nilai cukup besar karena akan dilakukan rehab menyeluruh.
“Mudah-mudahan dana bisa keluar tahun ini sehingga segera kita proses,” katanya.
Terkait biaya sewa lapak di dalam pasar yang saat ini mencapai Rp1,5 juta, Walikota memastikan akan dilakukan relaksasi.
Pemerintah sedang menghitung kembali besaran biaya, agar dapat diturunkan sesuai kemampuan pedagang. Relaksasi serupa sebelumnya telah diterapkan pada pusat perbelanjaan Ramayana.
Untuk pedagang lapak luar yang selama ini berjualan secara harian, Pemkot berencana mengatur ulang agar dapat masuk ke lapak dalam. Ke depan, aktivitas pasar akan lebih difokuskan di lantai satu.
Masalah parkir juga menjadi perhatian pemkot berupaya memindahkan parkir ke lahan parkir atas. Namun karena akses dinilai terlalu jauh, pemerintah saat ini sedang melakukan negosiasi pembebasan rumah yang berada tepat di seberang lahan parkir agar pembeli dapat langsung masuk ke area pasar.
Langkah ini diharapkan dapat, menghidupkan kembali aktivitas Pasar Pagi sekaligus menciptakan kenyamanan bagi pedagang dan masyarakat yang berbelanja. (I20/INC)













