Sebuah momen bersejarah dan penuh makna terjadi di Rumah Dinas Wali Kota Palembang

- Redaksi

Kamis, 30 Oktober 2025 - 22:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang, inewsnusantara.com,-Sebuah momen bersejarah dan penuh makna terjadi di Rumah Dinas Wali Kota Palembang¢, Jalan Tasik, Rabu (29/10/2025), ketika seorang warga negara Australia, Mr. Pate Musken, secara resmi menghibahkan kain songket kuno milik keluarganya kepada Pemerintah Kota Palembang.

Kain yang diperkirakan berusia ratusan tahun dan berasal dari masa sebelum pendudukan Jepang di Indonesia, akhirnya kembali ke tanah kelahirannya setelah puluhan tahun tersimpan di luar negeri.

Mr. Pate Musken, pria berkebangsaan Australia yang merupakan keturunan dari keluarga kolonial Belanda yang pernah menetap di Indonesia, mengungkapkan bahwa kain songket tersebut diwariskan oleh ayahnya yang memilikinya antara tahun 1946 hingga 1951.

Baca Juga :  Apel Pagi Polres Banyuasin Siapkan Personel Gelar Operasi Keselamatan Musi 2026

Dalam penuturannya, kain itu awalnya diperoleh sang ayah dari seorang pilot asal Belanda yang memberikan kain tersebut sebagai pelunasan hutang.

“Kain songket tersebut berasal dari kota Palembang. Namun, saya tidak tahu secara pasti dari mana mendapatkannya,” ujar Musken saat menjelaskan asal-usul kain tersebut di hadapan Wali Kota Palembang, Ratu Dewa.

Musken mengakui bahwa selama bertahun-tahun ia tidak mengetahui secara pasti nilai dan jenis kain tersebut. Demi menjaga keutuhan kain, ia menyimpannya di loteng

rumahnya selama lebih dari tiga dekade.

“Saya hanya tahu itu benda tua yang indah, jadi saya simpan di loteng agar tidak rusak. Baru setelah melihat sebuah acara televisi tentang songket, saya teringat akan kain itu dan mulai mencari tahu lebih lanjut,” tambahnya. Rasa penasaran membawa Musken pada pencarian informasi yang akhirnya mengungkap bahwa kain tersebut adalah songket Palembang, salah satu warisan budaya tak benda yang memiliki nilai tinggi dalam sejarah dan tradisi Melayu.

Baca Juga :  Rotasi Jabatan Kasat Lantas Polres Ogan Ilir, AKP Desram Chemy Digantikan AKP Fausiah Tamal

Motif yang terdapat pada kain tersebut, yakni Limar Bunga Cogan, dikenal sebagai motif yang dahulu hanya dikenakan oleh raja-raja Melayu.

“Saya merasa terpanggil untuk mengembalikan kain ini ke tempat asalnya. Ini bukan hanya soal benda, tapi soal menghormati sejarah dan budaya yang melekat padanya,” ungkap Musken.

Berita Terkait

Wujudkan Rasa Aman dan Nyaman, Babinsa Ajak Warganya Ronda Malam
Polsek Pampangan Berhasil Amakan 2 Pelaku Curat
Polres OKI Ungkap Pembegalan Viral di Mesuji Raya, Satu Pelaku Ditangkap
TMMD ke-128 Kodim 0402/OKI Rampungkan Infrastruktur Dasar, Perkuat Ketahanan Pangan
Pangdam II/Sriwijaya Tutup TMMD OKI
Perjudian Ilegal Marak di Pasar Malam Kayu Agung
Personel Mulai Bersiaga, TMMD Ke-128 Kodim Siap Ditutup 
Dua Tahun Tak Digunakan, Musholla Nur Hidayah Kini Rampung 100 Persen

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 06:56 WIB

Wujudkan Rasa Aman dan Nyaman, Babinsa Ajak Warganya Ronda Malam

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:45 WIB

Polsek Pampangan Berhasil Amakan 2 Pelaku Curat

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:32 WIB

Polres OKI Ungkap Pembegalan Viral di Mesuji Raya, Satu Pelaku Ditangkap

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:05 WIB

TMMD ke-128 Kodim 0402/OKI Rampungkan Infrastruktur Dasar, Perkuat Ketahanan Pangan

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:59 WIB

Pangdam II/Sriwijaya Tutup TMMD OKI

Berita Terbaru

Daerah

Polsek Pampangan Berhasil Amakan 2 Pelaku Curat

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:45 WIB