Bangka, INC,. – Pelaksanaan tradisi Cengbeng atau sembahyang kubur bagi umat Tionghoa di Kabupaten Bangka mendapat pengamanan ketat dari jajaran Polres Bangka. Sebanyak 153 personel diterjunkan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhidmatan.
Pengamanan difokuskan di sejumlah titik pemakaman umat Tionghoa yang berada di wilayah hukum Polres Bangka. Puncak pelaksanaan tradisi yang jatuh pada Minggu (5/4/2026) ini menjadi perhatian utama guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Di lokasi Perkuburan Kemujan Sungailiat, pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolres Bangka bersama para Pejabat Utama (PJU). Sementara itu, pengamanan di Perkuburan Damai Sentosa, Desa Merawang, dipimpin oleh Wakapolres Bangka yang turut didampingi jajaran PJU.
Kapolres Bangka, AKBP Deddy Dwitiya Putra, menegaskan bahwa kehadiran aparat kepolisian merupakan bentuk komitmen dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menjalankan tradisi keagamaan.
Menurutnya, situasi yang kondusif menjadi kunci agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang tanpa adanya gangguan kamtibmas.
“Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman, sehingga masyarakat dapat menjalankan tradisi Cengbeng dengan khidmat dan lancar,” ujarnya.
Selain pengamanan, Polres Bangka juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban serta saling menghormati selama kegiatan berlangsung.
Dengan pengamanan yang optimal dan dukungan masyarakat, tradisi Cengbeng di Kabupaten Bangka diharapkan dapat berjalan dengan aman, damai, serta tetap menjaga nilai-nilai toleransi antarumat beragama.













