Timah Babel Menumpuk 4.000 Ton, Didit Desak Pemerintah Pusat Turun Tangan

- Redaksi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANGKALPINANG , INC,-Krisis tata niaga timah di Bangka Belitung (Babel) kian genting. Sekitar 4.000 ton timah hasil tambang rakyat dilaporkan menumpuk, sementara kepastian penyerapan oleh PT Timah masih terkendala penerbitan RKAB.

Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya mendesak pemerintah pusat segera turun tangan. Ia khawatir persoalan tersebut tidak hanya memukul ekonomi masyarakat, tetapi juga memicu persoalan sosial dan keamanan.

Saat ini, kuota yang sedang diproses disebut hanya sekitar 3.600 ton. Jumlah itu dinilai belum mampu mengatasi stok timah rakyat yang telah menumpuk.

Baca Juga :  Kapolres OKI Hadiri Doa Bersama May Day, Dorong Pembentukan Dewan Pengupahan Buruh

Akibat minimnya pembeli resmi, penambang rakyat kesulitan menjual hasil tambang. Bahkan, penjualan dalam jumlah kecil pun disebut sulit dengan harga yang jauh dari harapan.

“Jangan rakyat mau jual sekilo, dua kilo saja susahnya minta ampun, dan harganya sangat memprihatinkan,” ujar Wakil Bupati Belitung Syamsir.

Didit menilai kondisi tersebut harus segera mendapat solusi. Sebab, ketika hasil tambang tidak terserap melalui jalur resmi, potensi munculnya perdagangan ilegal hingga penyelundupan timah dinilai semakin terbuka.

“Karena tidak ada yang mau beli timah, kalau ada yang beli pun harganya murah, sehingga dampaknya ke semua sektor. Karena ini bicara perut, kami khawatir juga akan terjadi potensi gangguan kamtibmas,” kata Didit.

Baca Juga :  Bursa Calon Ketua KONI Ogan Ilir, Kabid Organisasi IMI Sumsel Amriza Nursatria Ambil Formulir Pendaftaran 

DPRD Babel akan meminta diskresi dan kepastian hukum kepada pemerintah pusat. Persoalan ini juga akan dibawa dan dikawal hingga Komisi XII DPR RI.

Bagi Babel, persoalan timah kini bukan sekadar soal komoditas. Di tengah stok yang terus menumpuk, nasib ekonomi masyarakat dan stabilitas daerah ikut dipertaruhkan.

Berita Terkait

Polres OKI dan BNNK Gerebek Pondok di Kebun Duku, Empat Pria Diamankan
Api Membakar Lahan di Perigi, Polres OKI dan Warga Berjibaku Cegah Karhutla Meluas
Tomas Ogan Ilir Minta Kepala Daerah Evaluasi Pola Penanganan Karhutla
Gebyar Pajak Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin Siapkan 4 Motor untuk Wajib Pajak
Peninjauan Karhutla di Area Konsesi PBPH PT TPJ, FKPKMB Cek Langsung Kondisi Lapangan
Mantan Direktur PDAM Tirta Betuah Banyuasin dan 3 Lainnya Jadi Tersangka Korupsi Rp3,94 Miliar
Reses di Baturusa, dr. Zarril Serap Aspirasi PJU dan Pelebaran Jalan
Didit: DPRD Babel Kawal Plasma Hingga Tuntas

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Polres OKI dan BNNK Gerebek Pondok di Kebun Duku, Empat Pria Diamankan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Api Membakar Lahan di Perigi, Polres OKI dan Warga Berjibaku Cegah Karhutla Meluas

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Tomas Ogan Ilir Minta Kepala Daerah Evaluasi Pola Penanganan Karhutla

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Gebyar Pajak Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin Siapkan 4 Motor untuk Wajib Pajak

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:55 WIB

Peninjauan Karhutla di Area Konsesi PBPH PT TPJ, FKPKMB Cek Langsung Kondisi Lapangan

Berita Terbaru

Daerah

Wow…! Mantan Kasat Reskrim OKI Sukses Raih Gelar Doktor

Senin, 12 Okt 2026 - 18:40 WIB