BANYUASIN,inewsnusantara.com,- UPT Puskesmas Suak Tapeh, melaksanakan kegiatan Skrining Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang berlangsung di SMPN 1 Suak Tapeh, Rabu (23/7). Penjaringan Kesehatan Anak Sekolah merupakan salah satu bentuk dari pelayanan kesehatan
Hal ini bertujuan untuk mendeteksi dini siswa yang memiliki masalah kesehatan agar segera mendapatkan penanganan sedini mungkin serta tersedianya data atau informasi untuk menilai perkembangan kesehatan peserta didik.
Mengingat anak sekolah merupakan generasi penerus bangsa yang meneruskan pembangunan bangsa ke arah yang lebih baik dalam bidang kesehatan saat ini. Masalah kesehatan anak merupakan masalah yang utama.
Kepala UPT Puskesmas Suak Tapeh Hj Trisnasari SKM MKes, mengatakan, Skrining cek kesehatan gratis ini meliputi kesehatan dasar yang menyasar kepada 461 siswa/i SMPN 1 Suak Tapeh.
“Skrining kesehatan ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif untuk mendeteksi dini masalah kesehatan pada siswa dan meningkatkan kualitas kesehatan mereka,” Ujar Hj Trisnasari.
Ia menuturkan, Skrining kesehatan di SMPN 1 Suak Tapeh ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan pada siswa, seperti gangguan penglihatan, pendengaran, gigi, dan masalah kesehatan lainnya.
Trisnasari berujar, Skrining dilakukan oleh petugas Puskesmas bekerja sama dengan pihak sekolah, termasuk guru dan Unit Kesehatan sekolah (UKS).
“Skrining melibatkan pemeriksaan fisik seperti pengukuran tinggi badan, berat badan, pemeriksaan mata, telinga, gigi, dan kulit, serta pemeriksaan non-fisik seperti kuesioner riwayat kesehatan,” terangnya.
Dikatakan Trisnasari, berdasarkan hasil skrining, Puskesmas akan memberikan rekomendasi tindak lanjut, termasuk rujukan ke fasilitas kesehatan jika diperlukan.
“Selain deteksi dini, skrining juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” ungkapnya.
Dalam Skrining Penjaringan Kesehatan Anak Sekolah ini dilakukan kegiatan,
meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya hidup sehat dan pola makan yang baik.
Meningkatkan pengetahuan siswa tentang penyakit tidak menular dan cara mencegahnya. Mendorong siswa untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Mengidentifikasi dini adanya penyakit tidak menular sehingga dapat segera ditangani. Meningkatkan akses siswa terhadap pelayanan kesehatan yang terpadu dan holistik.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Suak Tapeh Juhaini SPd, menyampaikan bahwa semua siswa/i mulai dari kelas VII hingga kelas IX akan mengikuti kegiatan skrining ini.
Ia menuturkan, kegiatan Skrining ini memberikan manfaat yang besar dan nyata terutama untuk memastikan proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dan optimal.
“Hal ini dikarenakan semua hal terkait kondisi fisik siswa diperiksa dengan seksama. Mulai dari pengukuran tinggi dan berat badan, status gizi, kesehatan mata, gigi, hingga tekanan darah diperiksa oleh petugas kesehatan Puskesmas Suak Tapeh,” ujarnya.
Kemudian apabila di dalam hasil Skrining terdapat temuan kelainan atau gangguan kesehatan pada siswa, mereka akan diberikan rekomendasi untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut di poli terkait.
“Tentunya hasil pemeriksaan ini juga akan diteruskan ke wali kelas dan kemudian disampaikan kepada orang tua siswa agar masalah tersebut dapat ditangani dengan segera dan tidak mengganggu kegiatan proses belajar mengajar nantinya,” imbuhnya.
Program Skrining oleh Dinas Kesehatan ini tentunya mempunyai dampak positif bagi proses belajar mengajar para siswa di sekolah. Misalnya, diketahui bahwa ada siswa yang sering mengantuk di kelas.
“Dan ternyata setelah dilakukan Skrining kesehatan, siswa tersebut mengalami anemia yang tentunya berpengaruh pada kondisinya ketika belajar di dalam kelas,” pungkasnya. (Adm)













