BANYUASIN,inewsnusantara.com,– Polres Banyuasin bekerja sama dengan Perum Bulog sukses melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan menjual beras Special Price for Harga Pangan (SPHP) kepada masyarakat. Kegiatan yang digelar pada Jumat (22/8/) tersebut mendapat sambutan antusias dari warga.
Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB di Halaman Kantor Camat Rantau Bayur, Dusun III Pengumbuk, Desa Tebing Abang, Kecamatan Rantau Bayur. Sebanyak 6 ton beras ukuran 5 kg, setara dengan 1.200 karung berhasil terjual habis
Beras SPHP dijual dengan harga Rp 58.000 per karung berisi 5 kg, atau setara dengan Rp 11.600 per kilogram. Harga ini jauh lebih terjangkau dibandingkan harga beras umum di pasaran, yang bertujuan untuk membantu stabilisasi pasokan dan harga pangan, khususnya menjangkau masyarakat kelas menengah ke bawah.
Selain dihadiri Kapolres dan personel Polsek Rantau Bayur, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Kodim (Danramil), Camat Rantau Bayur Sanusi, SSos MSi, perwakilan Bulog Dewi Rismawati, serta para Kepala Desa se-Kecamatan Rantau Bayur. Kehadiran mereka turut memastikan kegiatan distribusi berjalan tertib dan lancar.
Kegiatan ini menuai apresiasi dan respon positif dari masyarakat. Banyak warga yang menyampaikan harapannya agar program seperti ini dapat diadakan secara rutin dan berkelanjutan.
Kegiatan GPM ini merupakan wujud nyata sinergi Polri dengan BUMN dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan, sekaligus upaya untuk terus berbagi dan dekat dengan masyarakat di tengah situasi perekonomian saat ini. L
“Gerakan ini adalah bukti nyata kepedulian kita semua terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan hadirnya pangan murah, kita ingin memastikan bahwa masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau namun tetap berkualitas,” kata Kapolres Banyuasin AKBP Ruri Prastowo.
kegiatan ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan momentum peringatan kemerdekaan RI. Kemerdekaan, menurutnya, harus diisi dengan tindakan konkret yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.
“Momentum HUT ke 80 RI ini harus menjadi refleksi tentang arti kemerdekaan sejati. Yaitu ketika seluruh masyarakat dapat hidup layak, sejahtera, dan terbebas dari kesulitan ekonomi,” katanya.
Ia berharap, GPM dapat memberikan manfaat besar bagi warga serta menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus bersinergi dalam pembangunan daerah. (Adm)













