BANYUASIN, inewsnusantara.com,– Pemerintah Desa (Pemdes) Meranti menggelar kegiatan musyawarah desa khusus (Musdesus) dalam rangka penentuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang bersumber dari dana desa atau biasa disebut BLT-DD.
Acara tersebut berlangsung di Kantor Desa Meranti Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuaisn, Jumat (31/1). Dan dihadiri Kades Meranti Paidun SPd, Ketua BPD Meranti Juma’ani beserta anggota, seluruh Perangkat Desa, tokoh adat, Linmas, Pengurus BUMDes, ketua ketua RT, LPM dan tokoh masyarakat.
Kades Meranti Paidun SPd,
dalam sambutannya mengatakan, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 108 Tahun 2024 mengatur tentang pengalokasian, penggunaan, dan penyaluran DD untuk tahun anggaran 2025.
“PMK ini juga mengatur penggunaan DD untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa.” Berdasarkan PMK Nomor 108 Tahun 2024, Paling banyak 15% dari anggaran DD dialokasikan untuk BLT Desa guna menanggulangi kemiskinan ekstrem,” jelas Kades Paidun.
Dikatakan Paidun, untuk menentukan penerima BLT DD, dengan melakukan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus). “Dalam Musdesus, kita akan melakukan pemetaan dan evaluasi kondisi ekonomi masyarakat Desa Meranti,” ujar Paidun.
Kata Paidun, beberapa kriteria penerima BLT DD, yakni, Keluarga miskin ekstrem, Lansia miskin, Penyandang disabilitas, Keluarga dengan anggota yang memiliki penyakit kronis atau menahun, Keluarga yang belum menerima bantuan sosial lainnya.
Setelah dilakukan perhitungan, untuk Desa Meranti sendiri berdasarkan alokasi tersebut berdasarkan hasil Musdesus yang dipandu oleh Ketua BPD Meranti Juma’ani, ditetapkan sebanyak 49 KPM, dan telah dibuatkan berita acara.
Paidun menegaskan, penentuan BLT-DD ini harus dilaksanakan secara serius agar dapat tepat sasaran sehingga tujuan dari program ini yakni memberikan bantuan kepada masyarakat yang memang membutuhkan dapat terlaksana.
Diharapkan, bantuan ini dapat membantu KPM dalam meningkatkan kesejahteraannya sehingga dapat mencukupi kebutuhannya.
“Penentuan KPM harus tepat sasaran karena selain dapat membantu meringankan beban masyarakat, bantuan ini juga menjadi salah satu upaya dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem,” harapnya. (Adm)













