Bangka Selatan, INC,. – Suasana penuh semangat dan militansi mewarnai Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan Kabupaten Bangka Selatan yang digelar di Gedung Serbaguna, Minggu (8/2/2026). Kegiatan konsolidasi partai tersebut menjadi ajang peneguhan komitmen kader untuk tetap berpihak kepada rakyat.
“Selamat datang di bumi junjung besaoh ini,” ucap Ketua DPC PDIP Bangka Selatan, H. Riza Herdavid, yang disambut tepuk tangan meriah kader yang memadati ruangan.
Dalam sambutannya, Riza mengajak seluruh kader untuk terus merawat persatuan dan kepedulian sosial. Ia menegaskan bahwa PDI Perjuangan adalah rumah besar perjuangan yang tidak pernah berjarak dengan rakyat.
“Ini rumah kita. Rumah yang selalu hadir bersama rakyat,” ujarnya tegas.
Riza juga menekankan komitmen PDIP untuk tetap konsisten memenuhi hak-hak dasar masyarakat apabila kembali meraih kemenangan politik.
“PDIP menang, hak-hak dasar rakyat harus tetap terpenuhi. Itu harga mati,” katanya lantang.
Seruan semangat pun menggema di dalam ruangan. “Siap menang?” teriak Riza, yang langsung dijawab kompak oleh peserta, “Siap!”
Ketua DPD PDI Perjuangan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, tampil dengan gaya pidato menggelegar. Ia menegaskan bahwa menjadi kader PDIP bukanlah perkara biasa, melainkan panggilan perjuangan yang menuntut mental baja dan prinsip kuat.
“Sejarah sudah membuktikan, banyak tokoh politik di Bangka Selatan berdiri tegak menjaga marwah partai. Menjadi kader PDIP itu bukan orang biasa,” katanya.
Pada momentum tersebut, Riza Herdavid yang juga Bupati Bangka Selatan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran DPC, DPD PDIP Babel, Sekretaris Imam Wahyudi, seluruh pengurus anak cabang se-Bangka Selatan, serta tokoh senior partai Ir. Rudianto Tjen.
Ia mengingatkan bahwa PDI Perjuangan lahir dari semangat perlawanan dan keberpihakan kepada wong cilik, sebagaimana diajarkan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
“Kedaulatan rakyat harus menjadi roh perjuangan kader, terutama di tingkat ranting sebagai garda terdepan,” tegasnya.
Menurut Riza, rakyat saat ini tidak membutuhkan retorika politik, melainkan kerja nyata yang bisa dirasakan langsung.
“Hari ini rakyat tidak butuh banyak janji. Rakyat butuh bukti,” katanya, sembari mencontohkan perjuangan kader perempuan, Me Hoa, dalam memperjuangkan akses BPJS bagi masyarakat.
Senada, Ir. Rudianto Tjen menegaskan bahwa partai politik tidak dibentuk untuk melayani kekuasaan semata, melainkan sebagai alat perjuangan untuk membuka akses pelayanan bagi rakyat.
“Soal menang atau kalah bukan yang utama. Yang penting ikhtiar maksimal dan tetap berpihak kepada rakyat,” ujarnya.
Di akhir sambutan, Wakil Bendahara DPP PDIP itu memastikan DPD dan DPP PDI Perjuangan akan terus menjadi pelindung dan perekat seluruh kader di Bangka Belitung, khususnya Bangka Selatan.
“Susun kepengurusan baru dengan semangat yang sama. Kerjanya harus luar biasa, bukan biasa-biasa. Gaspol,” pesannya.
Ia juga mengingatkan tantangan ke depan yang tidak ringan, mulai dari persoalan ekonomi, lapangan kerja, kemiskinan, hingga akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
“Rajin turun ke lapangan. Dengarkan rakyat. Di Bangka Selatan ini kader PDIP berada di puncak kekuasaan, ada bupati, wakil bupati, hingga ketua DPRD. Jangan sampai melenceng, tetap bela hak-hak dasar rakyat,” tutupnya.













