Tanjung Lubuk OKI, Inewsnusantara.com– PT. SES sebuah Perusahaan Perkebunan Sawit yang terletak di desa Tanjung Beringin OKI seringkali menimbulkan kecaman dari masyarakat desa.
Betapa tidak akibat mobil truk pengangkut buah sawit milik perusahaan itu yang kerap melintasi jalan desa terutama di empat desa yaitu Desa Tanjung Beringin, desa Kotabumi, desa Bumiagung, dan desa Pulau Gemantung Ilir menyebabkan kerusakan jalan desa yang cukup parah.
Apalagi saat ini memasuki musim penghujan otomatis kerusakan jalan semakin bertambah, berkubang, dan berlobang yang cukup besar.
HD, salah seorang warga desa Bumi Agung, mengaku kesulitan membawa hasil pertanian keluar desa. Bahkan tidak jarang barang bawaan mereka jatuh di jalan.
HD menyanyangkan mengapa PT. SES tidak memiliki akses jalan sendiri untuk aktivitas perusahaan sehingga tidak mengganggu aktivitas warga.
Mengingat jalan desa sangat penting bagi masyarakat dalam menjalankan roda kehidupan dengan berbagai kegiatan sehari-hari begitu juga anak sekolah yang harus ekstra hati-hati tatkala melintasi kerusakan jalan. Karena jika tidak maka dikhawatirkan akan membahayakan keselamatan diri.
Kondisi jalan yang rusak tersebut telah menjadi masalah yang serius bagi warga Desa.
Dengan demikian, diharapkan pemerintah desa dan PT. SES dapat bekerja sama untuk menyelesaikan masalah tersebut dan meningkatkan kualitas hidup warga di empat Desa tersebut
Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Beringin, Suparman Bustan, kepada media ini, Kamis (13/03), mengatakan jika PT SES sebelumnya pernah memperbaiki jalan tersebut dengan menampal jalan yang rusak.
“Kalau jalan rusak biasanya kami langsung menghubungi pihak PT.SES lalu mereka perbaiki, ujar Bapak yang akrab dipanggil Bustan ini.
Namun, untuk izin resmi melintasi jalan desa dirinya tidak mengetahuinya lebih jauh.
“Kami tidak memiliki informasi tentang izin resmi PT SES untuk melintasi jalan desa,” jelas Bustan.
Terpisah, Asisten PT SES, Slamet H, saat dikonfirmasi via whatsapp enggan berkomentar seolah-olah memilih bungkam tanpa memberikan jawaban sama sekali dan malah memblokir nomor kontak wartawan media ini. (ytd)













