Jalan Ambles di Kandis Ogan Ilir Ternyata Pernah Direlokasi, Kini Kembali Terdampak Longsor

- Redaksi

Senin, 30 Desember 2024 - 16:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OGAN ILIR,inewsnusantara.com – Dua akses jalan penghubung desa di Kecamatan Kandis, Ogan Ilir, mengalami ambles hingga nyaris putus akibat longsor.

Titik longsor yakni akses penghubung antara Desa Santapan Timur di Kecamatan Kandis dengan Desa Tanjung Serian di Kecamatan Sungai Pinang.

Jalan akses tersebut ambles dan nyaris putus akibat longsor pada Rabu (25/12/2024) malam.

Satu lagi jalan ambles lainnya yakni penghubung Desa Lubuk Rukam dan Pandan Arang.

Setelah hujan dengan intensitas tinggi pada Jumat (27/12/2024) siang, jalan penghubung dua desa itu ambles akibat tanah longsor di bawahnya.

Informasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ogan Ilir, penyebab kedua akses jalan itu ambles karena tanah di bawahnya tergerus air sungai.

Baca Juga :  Miliki Senpi Ilegal, Security PT SMS, Diciduk Polisi

“Jalan ambles itu berada di tikungan alur Sungai Ogan. Sehingga arus dari hulu menghantam dinding tanah di bawahnya hingga terkikis dan mengalami longsor,” kata Kabid Bina Marga Dinas PUPR Ogan Ilir, Eko Randi kepada wartawan, Senin (30/12/2024).

Eko menuturkan, bukan kali pertama terjadi jalan ambles dekat aliran Sungai Ogan, khususnya wilayah Kecamatan Kandis.

Bahkan ada jalan ambles yang telah direlokasi, namun kembali terdampak longsor.

“Salah satu yang ambles di Kandis sekarang ini, dulu pernah ambles juga dan direlokasi tahun 2022,” tutur Eko.

Untuk menanggulangi dua ruas jalan ambles di Kandis, menurut Eko langkah yang paling realistis adalah relokasi.

Baca Juga :  Resmikan Rumah Qur'an, Ratu Dewa Sumbang Dana Pakai Kocek Pribadi

Dibanding membangun dinding penahan tanah yang biayanya sangat besar, bisa mencapai belasan miliar rupiah.

“Untuk saat ini, dana membangun tembok penahan tanah dengan sheet pile, itu belum ada. Yang paling memungkinkan, jalan tersebut direlokasi hingga berjarak minimal 50 meter dari tebing sungai,” jelas Eko.

Sementara ini, lokasi longsor dipasang police line dan patok darurat agar masyarakat dapat berhati-hati saat melintas.

“Untuk penanganan darurat, kami bekerjasama dengan polisi agar setidaknya ada pertanda dipasang di titik longsor agar masyarakat waspada,” kata Eko.(Mat)

Berita Terkait

*Polres OKI Musnahkan 994 Pil Ekstasi, Cegah Narkoba Beredar*
HAMASS Minta Kejati Sumsel Usut Dugaan KKN Cetak Sawah PALI
HAMASS Minta APH Periksa Kadimtan Kota Palembang
Penyaluran Air Bersih di Teluk Kecapi OI, Warga Bersyukur : Perlu 3 Hari Untuk Jernihkan Air Rawa
Perkuat Sinergi Dalam Menghadapi Karhutla, Pasis Dikreg LXVIII Seskoad Kunjungi Polres Banyuasin
Kapolres OKI Sambut 14 Personel Seskoad, Edukasi Warga Cegah Karhutla
Rugikan Finansial dan Reputasi Perusahaan, BRI Cabang Kayu Agung Apresiasi Penetapan Tersangka Kasus KUR
Pasis Dikreg LXVIII Seskoad Kunjungi Kodim 0430/Banyuasin

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 21:27 WIB

*Polres OKI Musnahkan 994 Pil Ekstasi, Cegah Narkoba Beredar*

Kamis, 3 September 2026 - 20:19 WIB

HAMASS Minta Kejati Sumsel Usut Dugaan KKN Cetak Sawah PALI

Kamis, 3 September 2026 - 20:15 WIB

HAMASS Minta APH Periksa Kadimtan Kota Palembang

Kamis, 3 September 2026 - 15:34 WIB

Penyaluran Air Bersih di Teluk Kecapi OI, Warga Bersyukur : Perlu 3 Hari Untuk Jernihkan Air Rawa

Rabu, 2 September 2026 - 21:35 WIB

Perkuat Sinergi Dalam Menghadapi Karhutla, Pasis Dikreg LXVIII Seskoad Kunjungi Polres Banyuasin

Berita Terbaru

Daerah

HAMASS Minta APH Periksa Kadimtan Kota Palembang

Kamis, 3 Sep 2026 - 20:15 WIB