BANYUASIN,inewsnusantara.com,- Danramil 430-05/ Betung Kapten Inf Sapto Budiono
wakili Dandim 0430/Banyuasin hadiri apel gelar pasukan dan perlengkapan serta simulasi kesiapsiagaan karhutla tahun 2025 yang digelar di lapangan upacara Pemkab Banyuasin.
Selaku inspektur upacara Bupati Banyuasin Dr H Askolani SH MH,
Perwira Upacara Kasat Samapta
Polres Banyuasin AKP Sugeng
Sarwan, dan Komandan upacara Danramil Pangkalan Balai Kapten
Inf Erwin Suhaimi.
Adapun pasukan apel yakni, 1
Sst Damkar Banyuasin, 1 Sst
Kodim 0430/Banyuasin,1 Sst
Polres Banyuasin, 1 Sst Sat Pol-PP Banyuasin, 1 Sst Mangala Agni.
Kemudian, 1 Sst Dishub Banyuasin,
1 Sst Dinas Kesehatan Banyuasin, 20
Sst Perwakilan Perusahaan, 2 Sst
Desa Peduli Api dan 1 Sst BPBD Banyuasin.
Peralatan dan perlengkapan pencegahan dan pengendalian kebakaran seperti, Mobil Tangki Air sebanyak 3 Unit, Mobil Slep on sebanyak 2 Unit, Mobil Angkut Personil sebanyak 2 Unit, Mobil Inafis 1 Unit, Mobil Barakuda 1 Unit, Mobil Amblunce 1 Unit, Mobil Pemadam 1 Unit, Mobil Dapur Umum 1 Unit.
Selanjutnya, Kendaraan roda dua sebanyak 32 Unit, Mesin pompa, baik pompa apung, pompa jinjing dan perlengkapannya berupa selang, penyambung dan nozzle, penampung air serta peralatan pemadam manual lainnya seperti sekop, cangkul, garu dan Peralatan Komunikasi. Dan Peralatan Pemadam Kebakaran milik Perusahaan sebanyak 20 Perusahaan.
Bupati Askolani dalam sambutannya menerangkan, berdasarkan data yang di rilis oleh Kementerian Kehutanan pada Tahun 2023 di Kabupaten Banyuasin terdapat 27.025,95 Ha luas lahan yang terbakar dan pada tahun 2024 terjadi penurunan menjadi 2.891,30Ha luas lahan terbakar.
Keberhasilan pengendalian Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan di Kabupaten Banyuasin Tahun 2024 yang lalu, merupakan prestasi yang telah dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Banyuasin, tentunya itu berkat kolaborasi dari semua pihak, baik TNI/POLRI, Manggala Agni, BPBD, Pihak Perusahan Perkebunan dan seluruh Masyarakat Banyuasin.
“Dan pada tahun 2025 ini kami mengharapkan kembali kerja sama dan kekompakan dalam penanggulangan Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan di Kabupaten Banyuasin kepada semua pihak sehingga dapat mewujudkan Zero Hotspot maupun Zero Firespot,” ujar Bupati Askolani.
Terkait hal tersebut, Bupati Askolani
mengharapkan kepada semua pihak segera mengambil langkah-langkah kongkrit seperti Menyiagakan seluruh Aparatur Pemerintah Daerah dari tingkat Kabupaten sampai tingkat Kecamatan, Lurah/Desa.
“Dan mengkoordinasikan dengan TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, Kelompok Tani Peduli Api dan Relawan Siaga Bencana serta unsur masyarakat lainnya agar meningkatkan konektivitas dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana akibat kebakaran hutan, kebun dan lahan,” bebernya.
Meningkatkan edukasi budaya sadar kepada masyarakat termasuk tokoh-tokoh agama, melalui gerakan kampanye pencegahan dan larangan membakar melalui media masa, spanduk, penyuluhan, pameran, edukasi anak sekolah tentang bahaya akibat kebakaran hutan, kebun dan lahan agar masyarakat lebih siap dan siaga saat menghadapi bencana tersebut.
Meningkatkan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam pelaksanaan penanggulangan bencana akibat kebakaran hutan, kebun dan lahan serta ketersediaan fasilitas kesehatan agar dapat diakses semua warga yang terdampak bencana.
Untuk Perusahaan Perkebunan agar menyiagakan personil, peralatan pemadam serta memastikan ketersediaan embung dan sekat
kanal di wilayahnya masing-masing dapat berfungsi dengan baik.
“Apabila terjadi kebakaran hutan,
kebun dan lahan di luar wilayah
konsesi Perusahaan Perkebunan
dalam jarak radius 5 km masih
menjadi tanggung jawab pihak perusahaan,” tutupnya.
Dikonfirmasi terpisah, Dandim 0330/Banyuasin yang disampaikan Danramil 430-05/Betung Kapten Inf Sapto Budiono mengatakan, bahwa kegiatan yang dilakukan ini adalah suatu bentuk nyata dari upaya kewaspadaan dan kesiagaan dalam penanggungan di Kabupaten Banyuasin.
“Untuk itu harapan saya kepada seluruh stakeholder seluruh pemangku kepentingan untuk dapat bekerja maksimal efektif dan efisien melaksanakan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat secara persuasif dengan melibatkan semua pihak dari level atas hingga bawah”, ujar Kapten Inf Sapto Budiono, Rabu (25/6).
Kapten Inf Sapto Budiono juga mengharapkan melalui apel kesiapsiagaan penanganan karhutla
ini kita menjadi lebih siap dan mampu mengatasi bencana sewaktu-waktu yang akan terjadi yang paling utama kita berharap bencana itu tidak terjadi di Kabupaten Banyuasin ataupun daerah-daerah lainnya.
Setelah pelaksanaan apel gelar pasukan Komandan Kodim 0430/Banyuasin yang diwakili Kapten Sapto Budiono beserta unsur Forkopimda langsung melaksanakan pengecekan peralatan dan kendaraan yang siap untuk bergerak dalam penanggulangan terjadinya kebakaran.
Dalam acara apel gelar pasukan ,tamu undangan yang hadir menyaksikan langsung pertunjukan simulasi pemadaman api yang diibaratkan terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan oleh tim pemadam kebakaran dan anggota Kodim 0430/Banyuasin. (Adm)













