BANYUASIN,inewsnusantara.com,- Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat Kecamatan Suak Tapeh, menggelar
Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting (PPS) yang berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin, Senin (25/11).
Rakor tersebut dihadiri Camat Suak Tapeh Bambang Setiadi SE MSi, didampingi Sekcam Arwin Saleh SIP MSi, PLH Kasi PMD Awarudin ST, Kepala UPT Puskesmas Suak Tapeh, PLKB Suak Tapeh, Babinsa Sertu Adnan, dan para Kades se Kecamatan Suak Tapeh.
Camat Suak Tapeh Bambang Setiadi dalam sambutannya mengatakan, Rakor tersebut merupakan pertemuan yang bertujuan untuk membahas dan mengkoordinasikan upaya penurunan stunting di wilayah Kecamatan Suak Tapeh.
Meningkatkan komitmen dan koordinasi antar anggota TPPS, menyamakan pelaksanaan program dan kegiatan TPPS di tingkat Kecamatan, dan pemangku kepentingan lainnya
Mengoptimalkan peran ketua-ketua bidang agar organisasi dapat berjalan efisien dan efektif.
Kemudian, mengidentifikasi kendala dan hambatan dalam percepatan penurunan stunting, menyamakan strategi dan kebijakan pelaksanaan program kerja,
Membahas usulan untuk percepatan penurunan stunting.
“Melalui rapat koordinasi ini, saya juga mengharapkan akan adanya panduan dan tolak ukur serta poin-poin yang dinilai tim dapat bekerja secara maksimal dilapangan,” ujar Bambang dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa masalah stunting masih menjadi tantangan besar bagi Kecamatan Suak Tapeh. Meski prevalensi stunting telah menurun menjadi 14,04% pada 2023, melebihi target sebesar 18% di tahun 2024,
upaya menjaga dan menurunkan angka tersebut terus menjadi prioritas utama.
“Angka ini harus kita pertahankan dan turunkan lagi dengan berbagai upaya yang dilakukan secara terkoordinasi, baik lintas program maupun lintas sektor. Kolaborasi ini penting untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat dan cerdas,”katanya.
Stunting, lanjutnya, bukan hanya soal pertumbuhan fisik, tetapi berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Anak-anak yang mengalami stunting berisiko menghadapi penurunan kemampuan kognitif, produktivitas, dan rentan terhadap penyakit tidak menular.
“Upaya pencegahan harus dimulai sejak remaja, karena mereka calon orang tua yang akan berperan besar dalam mencetak generasi berkualitas. Edukasi sejak dini adalah kunci dalam mencegah stunting di masa depan,” katanya. (Adm).













