Rakor Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kecamatan Suak Tapeh

- Redaksi

Senin, 25 November 2024 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

BANYUASIN,inewsnusantara.com,- Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat Kecamatan Suak Tapeh, menggelar
Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting (PPS) yang berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin, Senin (25/11).

Rakor tersebut dihadiri Camat Suak Tapeh Bambang Setiadi SE MSi, didampingi Sekcam Arwin Saleh SIP MSi, PLH Kasi PMD Awarudin ST, Kepala UPT Puskesmas Suak Tapeh, PLKB Suak Tapeh, Babinsa Sertu Adnan, dan para Kades se Kecamatan Suak Tapeh.

Camat Suak Tapeh Bambang Setiadi dalam sambutannya mengatakan, Rakor tersebut merupakan pertemuan yang bertujuan untuk membahas dan mengkoordinasikan upaya penurunan stunting di wilayah Kecamatan Suak Tapeh.

Meningkatkan komitmen dan koordinasi antar anggota TPPS, menyamakan pelaksanaan program dan kegiatan TPPS di tingkat Kecamatan, dan pemangku kepentingan lainnya
Mengoptimalkan peran ketua-ketua bidang agar organisasi dapat berjalan efisien dan efektif.

Baca Juga :  Dandim 0430/Banyuasin Tinjau Langsung Progres Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih

Kemudian, mengidentifikasi kendala dan hambatan dalam percepatan penurunan stunting, menyamakan strategi dan kebijakan pelaksanaan program kerja,
Membahas usulan untuk percepatan penurunan stunting.

“Melalui rapat koordinasi ini, saya juga mengharapkan akan adanya panduan dan tolak ukur serta poin-poin yang dinilai tim dapat bekerja secara maksimal dilapangan,” ujar Bambang dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa masalah stunting masih menjadi tantangan besar bagi Kecamatan Suak Tapeh. Meski prevalensi stunting telah menurun menjadi 14,04% pada 2023, melebihi target sebesar 18% di tahun 2024,
upaya menjaga dan menurunkan angka tersebut terus menjadi prioritas utama.

Baca Juga :  Doa Lintas Agama Jadi Ruang Kebersamaan pada Hari Bhayangkara ke-80 di Polres OKI

“Angka ini harus kita pertahankan dan turunkan lagi dengan berbagai upaya yang dilakukan secara terkoordinasi, baik lintas program maupun lintas sektor. Kolaborasi ini penting untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat dan cerdas,”katanya.

Stunting, lanjutnya, bukan hanya soal pertumbuhan fisik, tetapi berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Anak-anak yang mengalami stunting berisiko menghadapi penurunan kemampuan kognitif, produktivitas, dan rentan terhadap penyakit tidak menular.

“Upaya pencegahan harus dimulai sejak remaja, karena mereka calon orang tua yang akan berperan besar dalam mencetak generasi berkualitas. Edukasi sejak dini adalah kunci dalam mencegah stunting di masa depan,” katanya. (Adm).

Berita Terkait

Saat Kabut Asap Mengintai, Kapolres OKI Bagikan Masker kepada Pelajar dan Jamaah
Melalui Komsos, Babinsa Ingatkan dan Himbau Warga Binaannya Tentang Bahaya Karhutla
Sidang Kasus Sabu 14,7 Kg Omset Milyaran Rupiah,Angga Berdalih Bisnis Sabung Ayam
Di Tengah Cuaca Kering, Polres OKI Gelar Sholat Istisqa dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Babinsa Koptu Helmi Berjuang Bersama Masyarakat Padamkan Api
Polres OKI Selidiki Dugaan Perjudian Sabung Ayam di Pematang Panggang
Dandim 0430/BA Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla, Berjibaku di Tengah Gelapnya Malam
Manfaatkan Patroli Desa, Koptu Helmi Himbau Warga Jaga Kesehatan

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Saat Kabut Asap Mengintai, Kapolres OKI Bagikan Masker kepada Pelajar dan Jamaah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:29 WIB

Melalui Komsos, Babinsa Ingatkan dan Himbau Warga Binaannya Tentang Bahaya Karhutla

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Sidang Kasus Sabu 14,7 Kg Omset Milyaran Rupiah,Angga Berdalih Bisnis Sabung Ayam

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:53 WIB

Babinsa Koptu Helmi Berjuang Bersama Masyarakat Padamkan Api

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:52 WIB

Polres OKI Selidiki Dugaan Perjudian Sabung Ayam di Pematang Panggang

Berita Terbaru