Bangka Tengah, INC. — Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Poltekkes Kemenkes Pangkal Pinang, menggelar pelatihan pembuatan minuman herbal berbahan jahe dan serai bagi Kader Posyandu Desa Air Mesu Timur, Kabupaten Bangka Tengah, Senin (02/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.30 WIB ini merupakan, upaya mengoptimalkan potensi tanaman herbal lokal sekaligus mendorong peningkatan pengetahuan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Program tersebut, terlaksana melalui kolaborasi Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Pangkal Pinang bersama Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Tim pengabdi yang terdiri dari, Muhammad Seto Sudirman, M.Si. Med, Eva Dewi Rosmawati Purba, M.Kes, dan Ashar Abilowo, S.ST, M.Kes, memberikan dua materi utama, yakni praktik pembuatan sirup jahe serai serta edukasi teknik budidaya jahe dan serai.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum Desa Air Mesu Timur, yang menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran kepala desa karena adanya agenda lain.
Selain edukasi kesehatan dan pemanfaatan tanaman herbal, kegiatan tersebut juga diisi pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat oleh Aipda Kristin Maruli Sitompul.
Pada sesi praktik, Eva Dewi Rosmawati Purba menjelaskan kandungan dan potensi manfaat jahe serta serai sebagai bahan alami. Jahe diketahui mengandung gingerol yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi, sementara serai mengandung senyawa seperti sitral, sitronelol, dan geraniol.
Para kader kemudian diajak mempraktikkan langsung, pembuatan sirup jahe serai dengan bahan 300 gram jahe, 200 gram gula pasir, 100 gram gula merah, 300 mililiter air, dan dua batang serai.
Proses pengolahan dimulai dari pencucian, pengupasan, perebusan, penghalusan, hingga penyaringan sari jahe. Selanjutnya, sari tersebut dimasak bersama gula dan serai menggunakan api kecil hingga menghasilkan sirup herbal.
Untuk penyajiannya, sirup cukup dilarutkan sebanyak tiga sendok makan ke dalam 100 mililiter air hangat.
Antusiasme yang terlihat dari para kader posyandu, yang mengikuti praktik hingga mencicipi hasil olahan tersebut. Mereka juga meminta lembar resep agar dapat mencoba membuat sirup jahe serai secara mandiri di rumah.
Selanjutnya, peserta mendapatkan edukasi teknis budidaya jahe dan serai dari Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dalam materi budidaya jahe, peserta diberikan pemahaman mengenai pemilihan rimpang berkualitas, teknik penanaman menggunakan lahan terbuka maupun polybag, serta perawatan hingga masa panen.
Sementara untuk tanaman serai, peserta dibekali pengetahuan mulai dari persiapan bibit melalui perendaman bonggol, teknik penanaman, pemangkasan daun, hingga proses pemanenan yang dapat dilakukan setelah rumpun berusia sekitar enam hingga delapan bulan.
Rangkaian kegiatan berlangsung interaktif, melalui diskusi dan tanya jawab antara pemateri dengan para peserta. Masyarakat pun menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan materi yang lebih beragam.
Melalui program ini, Poltekkes Kemenkes Pangkal Pinang berupaya mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dimanfaatkan secara langsung.
Tidak hanya meningkatkan pengetahuan kesehatan, pelatihan tersebut juga diharapkan mampu mendorong masyarakat memanfaatkan potensi tanaman lokal menjadi produk bernilai guna dan memiliki peluang ekonomi.












