PANGKALPINANG, INC. — Pemerintah Kota Pangkalpinang, terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif (Ekraf) untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dan memperkuat perekonomian masyarakat. Salah satu langkah yang disiapkan yakni melalui penyelenggaraan Gema Ekraf tahun 2027.
Hal tersebut, disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Yan Rizana, saat diwawancarai dalam kegiatan pelatihan “Waktunya Start Menjadi Gen Matic” di Hotel Swiss-Belhotel Pangkalpinang, Selasa (27/10/2026).
Yan menjelaskan, pada 2024 Pangkalpinang telah ditetapkan secara nasional oleh Kementerian Pariwisata sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi ekonomi kreatif. Produk kuliner, seperti otak-otak, menjadi salah satu produk unggulan yang dipersiapkan untuk promosi.
Menurutnya, perkembangan subsektor ekonomi kreatif dari sebelumnya 17 menjadi 24 subsektor turut membuka peluang baru, termasuk di bidang konten digital. Karena itu, pembinaan pelaku ekonomi kreatif akan terus diperkuat melalui kegiatan promosi, pendampingan, serta pengembangan komunitas.
“Pada 2027 nanti, kita akan menggelar Gema Ekraf yang ketiga. Seluruh pelaku ekonomi kreatif akan dilibatkan dalam kegiatan untuk memeriahkan Pangkalpinang sekaligus memberikan ruang promosi bagi produk dan karya mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembinaan tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan acara, tetapi juga mencakup monitoring dan peningkatan kapasitas pelaku usaha agar mampu menghasilkan produk bernilai jual serta meningkatkan omzet.
Sektor kuliner menjadi salah satu perhatian utama karena dinilai berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat. Pemkot Pangkalpinang juga akan mengupayakan kerja sama dengan lembaga ekonomi serta berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk mendukung akses permodalan bagi pelaku UMKM.
Melalui langkah tersebut, pengembangan ekonomi kreatif diharapkan mampu memperluas pasar, meningkatkan daya saing, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Pangkalpinang secara berkelanjutan.












