Emak-emak di Ogan Ilir Komitmen Lestarikan Kain Tenun Tradisional Pakai Pewarna Alam

- Redaksi

Kamis, 29 Januari 2026 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OGAN ILIR -INC, -Emak-emak di Indralaya, Ogan Ilir, dipersiapkan untuk menjadi produsen kain tenun menggunakan pewarna alam.

Bahan pewarna alam sangat melimpah di Indralaya dan daerah-daerah lainnya di Ogan Ilir.

Seperti disampaikan owner Serasi Songket di Indralaya, Risma Handayati.

Ia mengatakan bahwa bahan-bahan alam yang sangat mudah ditemukan diantaranya daun ketapang, daun senduduk, daun ceri, kulit mahoni, hingga kulit jengkol.

“Bahan pewarnaan alam yang ada di sekitar Indralaya ini berlimpah. Tinggal kita yang menggalinya,” kata Risma pada workshop yang dihadiri ibu-ibu di Indralaya, Kamis (29/1/2026).

Dijelaskannya, kain tenun yang biasa dikreasikan menggunakan bahan pewarna alam diantaranya songket, gebeng dan jumputan.

Baca Juga :  Hari Raya Idul Adha 1446 H, Sekretariat DPRD Muba Potong 6 Hewan Qurban

Proses pembuatan kain tenun menggunakan pewarna alam lebih lama dibanding pewarna sintetis.

“Untuk mewarnai kain tenunnya itu butuh waktu. Karena proses pewarnaan alam itu tergantung dari cuaca, sehingga terkadang warna menjadi tidak rata. Jadi, pengrajin mesti mengulang-ulang proses pencelupan kain ke cairan warna,” jelas Risma.

Dalam proses pewarnaan, pengrajin bisa bereksperimen.

Seperti menentukan kombinasi warna yang diaplikasikan pada kain tenun.

Ada beberapa keunggulan pewarna alam dibanding pewarna sintetis.

Diantaranya tidak mengakibatkan iritasi atau alergi di kulit, khususnya bagi yang punya alergi terhadap bahan sintetis.

Pewarna alam cenderung lebih awet, fashionable dan kombinasi warna yang dihasilkan, sulit untuk ditiru.

Baca Juga :  Heboh Polisi Kerahkan Anjing Pelacak Sergap Teroris di Tanjung Atap Barat, Ternyata Hanya Maling TV

Kain tenun dengan warna alam juga sudah banyak diakui lebih elegan dibanding warna sintetis.

“Maka tidak heran kalau kain tenun pakai pewarna alam harganya bisa dua hingga tiga kali lebih mahal dibanding produk serupa yang menggunakan pewarna sintetis,” tutur Risma.

Pelaku usaha kerajinan kain tenun ini mengajak emak-emak di Ogan Ilir untuk memanfaatkan potensi bahan pewarna alam yang sangat melimpah.

“Lewat workshop emak-emak binaan BUMN Pertamina ini, kita mengangkat kearifan lokal melalui seni pewarna alam. Semoga kain tenun seperti songket, gebeng dan jumputan terus berkembang agar warisan tradisional budaya ini tetap lestari,” ucap Risma.

Berita Terkait

Sertijab Sejumlah Perwira di Polres OKI, Rotasi Jabatan Perkuat Pelayanan Kepolisian
HAMASS Desak Kejati Sumsel Usut Korupsi Sektor Perbankan
Danrem 044/Gapo: Prajurit Hebat Berawal Dari Keluarga Yang Kuat
Polda Sumsel Perkuat Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga melalui Jembatan Merah Putih di OKI
Sembari Patroli Poskamling, Koptu Bambang Irawan Himbau Warga Waspada Bencana Kebakaran Lahan dan Hutan
Jembatan Merah Putih Presisi Polres OKI di Pematang Buluran Diresmikan
Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polsek Tulung Selapan Hidupkan Kembali Sumur Bor Terbengkalai di Ujung Tanjung
Polres OKI Ungkap Kasus Penembakan di Mesuji dalam Waktu Kurang dari 12 Jam, Pelaku dan Senpi Rakitan Diamankan

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:28 WIB

Sertijab Sejumlah Perwira di Polres OKI, Rotasi Jabatan Perkuat Pelayanan Kepolisian

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:36 WIB

HAMASS Desak Kejati Sumsel Usut Korupsi Sektor Perbankan

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:49 WIB

Danrem 044/Gapo: Prajurit Hebat Berawal Dari Keluarga Yang Kuat

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:32 WIB

Polda Sumsel Perkuat Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga melalui Jembatan Merah Putih di OKI

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:04 WIB

Sembari Patroli Poskamling, Koptu Bambang Irawan Himbau Warga Waspada Bencana Kebakaran Lahan dan Hutan

Berita Terbaru

Daerah

HAMASS Desak Kejati Sumsel Usut Korupsi Sektor Perbankan

Jumat, 5 Jun 2026 - 18:36 WIB