Potret Warga Miskin di Sungai Lebung OI, Terisolasi Seorang Diri, Tempati Gubuk di Tengah Perairan Rawa

- Redaksi

Selasa, 10 Juni 2025 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OGAN ILIR,inewsnusantara.com,- Kemiskinan menjadi salah satu persoalan sosial yang membelit masyarakat di wilayah Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Masih banyak warga Ogan Ilir yang mengalami kemiskinan ekstrem, seperti di Desa Sungai Lebung, Kecamatan Pemulutan Selatan.

Adalah Jalisah, seorang wanita berusia 64 tahun yang hidup sendirian di dalam sebuah gubuk di tengah perairan rawa.

Untuk menuju kediaman Jalisah yang cukup jauh dari permukiman warga, perlu menaiki perahu.

Begitu dijumpai di kediamannya Dusun V Desa Sungai Lebung, Jalisah tampak duduk sendirian.

Tak ada aktitas rumah tangga yang dilakukannya.

“Beginilah tempat tinggal saya,” kata Jalisah saat menyambut kedatangan wartawan, Selasa (10/6/2025).

Tempat tinggal berukuran panjang 15 meter dan lebar 6 meter itu hanya berlantaikan papan yang sudah lapuk.

Baca Juga :  Polsek Lempuing Salurkan 5 Ton Beras SPHP Giat GPM

Dindingnya terbuat dari daun rumbia dan atap berupa material seng karatan yang sudah bolong-bolong.

Gubuk yang terancam ambruk itu ditopang oleh puluhan tiang seringgi 4 meter.

Jalisah mengungkapkan terpaksa tinggal di gubuk tersebut karena tak mampu untuk membangun rumah layak.

“Untuk makan sehari-hari saja susah, apalagi mau bangun rumah. Saya hanya mengandalkan bantuan nelayan yang kebetulan lewat mau cari ikan,” tutur wanita 64 tahun ini.

Tinggal seorang diri, Jalisah mengaku tak memiliki suami dan anak.

Sejak muda, wanita yang kadang bekerja menggarap sawah ini memang belum pernah menikah.

Untuk makan sehari-hari, Jalisah terkadang dibantu adik dan keponakannya yang juga sama-sama hidup memprihatinkan.

Baca Juga :  Polres Banyuasin Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Dalam benaknya, Jalisah mengungkapkan kekhawatiran jika sewaktu-waktu tempat tinggalnya roboh.

Sebab daerah Sungai Lebung rawan diterpa angin kencang, apalagi di musim hujan.

“Saya hanya ingin hidup tenang di rumah yang lebih layak. Kalau seandainya rumah ini roboh, mungkin saya bisa mati di sini,” kata Jalisah.

Sementara Kepala Dusun V Desa Sungai Lebung, Nata mengungkapkan bahwa Jalisah pernah terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Namun saat ini bantuan sosial (bansos) yang biasanya diterima, kini tak didapatkan lagi.

“Warga secara swadaya membantu Ibu Jalisah ini. Sekarang kami pemerintahan desa sedang berupaya mengajukan ke pemerintah daerah agar warga kami ini dapat bantuan bedah rumah,” kata Nata.

Berita Terkait

Pagar SDN 1 Tanjung Laga Memprihatinkan, Kepala Sekolah Harapkan Bantuan Perbaikan
Puskesmas Celikah Ajak Masyarakat Terapkan PHBS
Tim Karhutla Mabes TNI Gelar Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan Serta Penanggulangan Karhutla di Selat Penuguan
Hotspot OKI Capai 570 dan Karhutla Capai 1.682 Ha
Dinkes OKI Ingatkan Bayi, Balita dan Lansia Rentan Dampak Karhutla
Bocah 10 Tahun Tenggelam di Sungai Komering Ditemukan Meninggal Dunia
Nelayan Tenggelam di Perairan Sungsang Ditemukan Meninggal Dunia
Pesta Musik Djarum Istimewa di Kayu Agung OKI Tuai Keluhan

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 21:43 WIB

Pagar SDN 1 Tanjung Laga Memprihatinkan, Kepala Sekolah Harapkan Bantuan Perbaikan

Rabu, 16 September 2026 - 10:49 WIB

Puskesmas Celikah Ajak Masyarakat Terapkan PHBS

Selasa, 15 September 2026 - 21:30 WIB

Tim Karhutla Mabes TNI Gelar Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan Serta Penanggulangan Karhutla di Selat Penuguan

Selasa, 15 September 2026 - 15:57 WIB

Hotspot OKI Capai 570 dan Karhutla Capai 1.682 Ha

Selasa, 15 September 2026 - 15:31 WIB

Dinkes OKI Ingatkan Bayi, Balita dan Lansia Rentan Dampak Karhutla

Berita Terbaru

Daerah

Puskesmas Celikah Ajak Masyarakat Terapkan PHBS

Rabu, 16 Sep 2026 - 10:49 WIB

Daerah

Hotspot OKI Capai 570 dan Karhutla Capai 1.682 Ha

Selasa, 15 Sep 2026 - 15:57 WIB