Oknum Anggota DPRD Ditahan, Anak Histeris

- Redaksi

Rabu, 12 Maret 2025 - 03:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang,Inews nusantara.com- Anak tersangka korupsi izin perkebunan sawit Musi Rawas menangis histeris saat petugas pengawal tahanan, menggiringnya menuju mobil tahanan usai ditangkap Tim Intelijen Kejati Sumsel.

Tersangka bernama B oknum anggota DPRD Musi Rawas aktif ini, Selasa 11 Maret 2025 ditangkap usai mangkir dari panggilan secara patut tim penyidik Kejati Sumsel.

“Bapak, tolongin bapak aku pak,” teriaknya sembari hendak memeluk tersangka saat hendak masuk kedalam mobil tahanan.

Plt Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sumsel Aka Kurniawan SH MH saat gelar rilis menerangkan, penangkapan tersangka B dilakukan di hotel Alam Sutera KM 7 Sukabangun Palembang.

Baca Juga :  Kapolda Sumsel Didesak Copot Kasat Reskrim dan Kasat Lantas Polres Ogan Ilir

Penangkapan paksa terhadap tersangka B usai beberapa kali mangkir dari panggilan tim penyidik secara patut,tersangka selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya hingga terakhir terlacak berada di hotel Alam Sutera Palembang.

“Atas informasi itu, kemudian tim langsung melakukan penangkapan dengan menunjukkan surat penangkapan kepada tersangka tanpa perlawanan,” terangnya.

Sementara itu, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumsel Umaryadi SH MH menerangkan juga bahwa modus yang dilakukan tersangka B adalah selaku Kades Mulyoharjo saat itu.

Dikatakannya, selain sebagai selain kades saat itu B dalam perkara ini berperan sebagai Ketua Tim Ganti Rugi Tanam Tumbuh (GRTT) di lahan yang ternyata milik negara itu.

Baca Juga :  Kades Samsul Bahri : Tahun 2025 Sebuah Momentum Menghadirkan Semangat Baru

“Lahan tersebut, masuk wilayah kecamatan BTS Ulu Musi Rawas itu seluas 5.974,90 hektar diganti rugi Tim GRTT seolah milik masyarakat,” Tegas Umaryadi.

Padahal, lanjut Umaryadi lahan tersebut adalah milik negara yang masuk pada kawasan hutan produksi dan lahan milik transmigrasi.

“Tanah negara seluas 5.974,90 hektar itu akhirnya menjadi lahan milik PT DAM sehingga totalnya mencapai 10.200 hektar dan dikelola untuk perkebunan kelapa sawit,” ungkapnya.

Berita Terkait

Kapolres OKI Sambangi Warga Cokro, Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Polres OKI Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Siswa TK Belajar Bahaya Karhutla
Dinkes OKI Sepakati MoU RSUD Kayu Agung Dengan Puskesmas
Polsek Rambutan Amankan Pria Diduga Pengedar Sabu, 11 Paket Barang Bukti Disita
HAMASS Akan Kembali Demo Oknum Sekretaris Dinkes OKl
Kapolres OKI dan Dandim 0402 Perkuat Sinergi TNI-Polri
Operasi Patuh musi Polres OKI Dimulai, Enam Pelanggaran Jadi Sasaran Prioritas
Kapolres OKI Ajak Siswa SMAN 3 Unggulan Cegah Bullying

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Kapolres OKI Sambangi Warga Cokro, Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Polres OKI Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Siswa TK Belajar Bahaya Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Dinkes OKI Sepakati MoU RSUD Kayu Agung Dengan Puskesmas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Polsek Rambutan Amankan Pria Diduga Pengedar Sabu, 11 Paket Barang Bukti Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:27 WIB

HAMASS Akan Kembali Demo Oknum Sekretaris Dinkes OKl

Berita Terbaru

Daerah

Dinkes OKI Sepakati MoU RSUD Kayu Agung Dengan Puskesmas

Selasa, 27 Okt 2026 - 17:59 WIB