Ogan Ilir, inewsnusantara.com-Belasan anggota DPRD Ogan Ilir, Sumatera Selatan dikabarkan telah mengambil dan mengangkut beberapa aset yang berada dikantornya berupa furniture dan alat elektronik.
Informasi tak sedap ini menyebar dikalangan pegawai DPRD Ogan Ilir hingga tersiar kepada awak media.
Padahal barang tersebut merupakan aset negara yang seharusnya tidak boleh diambil oleh mereka (anggota dprd-red) karena dianggap sudah menyalahi aturan.
Menurut salah satu narasumber yang merupakan pegawai setempat yang didirahasiakan namanya, sejumlah oknum anggota dewan ini mengambil kesempatan karena kantornya tersebut tengah direhab.
“Posisi kantor anggota dewan direhab total, sehingga semua barang-barang didalam kantor dikeluarkan untuk disimpan sebagai aset negara,” ujar sumber ini mengatakan dan mewanti-wanti namanya jangan disebutkan.
Selain ruangannya direhab kata sumber ini, fasilitas furniture juga sudah ada pengadaan yang baru, sehingga barang-barang lama digudangkan atau disimpan sebagai aset negara.
“Terpantau belasan anggota dewan yang mengambil barang-barang diruangannya seperti AC, Kursi, Meja, Dispenser dan TV. Memang tahun ini sudah ada pengadaan baru untuk barang-barang tersebut,” ungkapnya.
“Saat kita tanyai katanya sudah konfirmasi dengan pak sekwan, sehingga mereka berani mengambil barang-barang tersebut, kami didalam ini gak berani negur pak, cuma lihat-lihat saja,” ujar sumber lain yang juga pegawai DPRD Ogan Ilir.
Diketahui, tahun ini DPRD Ogan Ilir menganggarkan rehab kantor anggota sebesar Rp, 2,4 milyar yang dikerjakan oleh CV Nizra Bersaudara. Pekerjaan melingkupi pengecatan dinding dan pemasangan Backdrop. Selain itu ada perbaikan kamar mandi dengan penggantian closet duduk dan wastafel.
Ditahun ini juga DPRD Ogan Ilir menganggarkan pengadaan AC, TV dan Kulkas mencapai Rp 500juta. Termasuk pengadaan kursi dan meja sebesar Rp 500juta
Menanggapi hal ini Sekretaris DPRD Ogan Ilir Ahmad Alfarisi ketika dikonfirmasi via Whatsapp, Senin (01/12) mengatakan, jika hal itu tidak benar, tidak ada anggota yang mengambil barang yang dimaksud.
“Kami pstikan berita itu tidak benar, tidak ada anggota dewan yg mengambl barang tersebut”, ujarnya singkat.












