Wakili Sumsel, Petani OKI Panen Raya Serentak Bersama Presiden Secara Virtual

- Redaksi

Senin, 7 April 2025 - 22:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OKI, inewsnusantara.com-Kabupaten Ogan Komering Ilir mewakili Provinsi Sumatera Selatan dalam pelaksanaan panen raya padi nasional yang digelar serentak di 14 provinsi bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto yang hadir secara virtual.

Panen raya dipusatkan di lahan pertanian Desa Cahya Maju, Kecamatan Lempuing OKI pada Senin (7/4/2025).

Sebagai 5 besar produsen beras nasional, Gubernur Sumsel, Herman Deru menyatakan optimisme tinggi terhadap kontribusi Sumsel dalam pencapaian target nasional produksi padi tahun 2025.

“Luas lahan baku sawah di Sumsel mencapai 519.484 hektare dengan produksi mencapai sebesar 1.6 juta ton. Sangat potensial untuk terus ditingkat seperti di Kabupaten OKI yang miliki luas lahan baku sawah mencapai 104 ribu hektare,” terang Deru.

Untuk mempertahan lahan baku sawah terang Deru diperlukan inovasi di kabupaten/kota.

“Dengan majunya perekonomian dan derasnya laju investasi bukan tidak mungkin akan mengurangi lahan-lahan pertanian. Ini akan jadi sasaran dalam perluasan perumahan dan kawasan industri. Maka harus dijaga sejak dini.” Terang Deru.

 

Usul Penyelesaian Bendungan Tiga Dihaji

Pada saat dialog dengan Presiden, Gubernur Herman Deru juga mengusulkan keberlanjutan pembangunan bendungan tiga dihaji di Kabupaten OKU Selatan.

Gubernur, Herman Deru mengatakan bahwa konstruksi bendungan yang masuk sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) awalnya merupakan hadiah karena Sumsel berhasil meningkatkan produktivitas padi.

Baca Juga :  Tim Bidpropam Polda Sumsel Sidak Polres OKI, Pastikan Personel Bebas Narkoba

“Produktivitas Sumsel naik dari sebelumnya rangking 8 menjadi rangking 5 nasional, dan saat itu kami mendapat hadiah Bendungan Tiga Dihaji,” ujar Deru

Namun, proyek senilai Rp3,7 triliun yang seyogyanya selesai pada 2023 hingga kini belum dapat dimanfaatkan.

“Kami usul ke Pak Presiden untuk melanjutkan kembali pembangunan bendungan tiga dihaji karena kunci peningkatan produktivitas lahan adalah ketersedian air agar petani bisa panen dua kali bahkan tiga kali dalam setahun,” terang Deru.

Sementara Bupati OKI, H. Muchendi mengatakan sektor pertanian di wilayahnya sangat berpotensi untuk dikembangkan.

“Luas baku sawah 104 ribu hektar, terdiri dari 4 tipologi lahan yang tidak dimiliki oleh daerah lain, yaitu lahan lebak, pasang surut, tadah hujan dan lahan kering.” Terangnya.

Dari sisi produksi, kabupaten OKI terang Muchendi merupakan penyumbang produksi terbesar ke tiga di Sumatera Selatan

“Produksi padi di OKI tahun 2024 lalu 564 ribu ton, mengalami peningkatan 38.530 ton dibandingkan tahun 2023, kami optimis hasi ini akan terus meningkat,” jelas Muchendi.

Peningkatan tersebut jelas Muchendi ditopang oleh program oplah (optimalisasi lahan) sebesar 46.762 hektar serta program cetak sawah.

“Di tahun 2025, OKI ditarget untuk optimalisasi lahan seluas 24 ribu hektar, per Maret terealisasi 4.510 hektar. Untuk cetak sawah, OKI diberi target sebesar 26.364 hektar, per maret 2025 realisasinya 2.005 hektar sedang dalam proses SID (Survey Investigasi dan Design).” Terannya.

Baca Juga :  Biaya Kesehatan Tinggi, DPRD Babel Andalkan Forum CSR Sawit Jadi Solusi

Tantangan peningkatan produksi padi jelas Muchendi tidak sedikit, mulai dari perubahan iklim, serapan gabah petani hingga status lahan.

“Ada lahan yang dimiliki masyarakat, ada juga lahan perusahaan-perusahaan yang didalamnya ada HGU yang belum tergarap. Ini kami harap dibantu administrasinya sehingga dapat dioptimalkan untuk lahan pertanian,” tutupnya.

Dalam arahannya Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian bangsa dalam sektor pangan, terutama di tengah tantangan global.

“Baru enam bulan saya menerima mandat sebagai presiden, tapi dengan niat baik dan kebijakan yang masuk akal, kita bisa menunjukkan hasil. Saat banyak negara mengalami kekurangan pangan dan harga yang melonjak, kita justru bisa mengekspor telur. Kita surplus, harga telur bahkan menurun,” ujar Prabowo melalui sambungan virtual.

Presiden juga memberikan penghormatan tinggi kepada para petani yang dianggapnya sebagai fondasi utama negara. Ia menyebut petani sebagai produsen pangan yang menjadi penopang eksistensi Indonesia.

“Tanpa pangan, tidak ada negara. Tanpa petani, tidak ada pangan. Itulah sebabnya petani adalah tulang punggung bangsa ini,” tegasnya.

Berita Terkait

Kapolres OKI Sambangi Warga Cokro, Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Polres OKI Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Siswa TK Belajar Bahaya Karhutla
Dinkes OKI Sepakati MoU RSUD Kayu Agung Dengan Puskesmas
Polsek Rambutan Amankan Pria Diduga Pengedar Sabu, 11 Paket Barang Bukti Disita
HAMASS Akan Kembali Demo Oknum Sekretaris Dinkes OKl
Kapolres OKI dan Dandim 0402 Perkuat Sinergi TNI-Polri
Operasi Patuh musi Polres OKI Dimulai, Enam Pelanggaran Jadi Sasaran Prioritas
Kapolres OKI Ajak Siswa SMAN 3 Unggulan Cegah Bullying

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Kapolres OKI Sambangi Warga Cokro, Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Polres OKI Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Siswa TK Belajar Bahaya Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Dinkes OKI Sepakati MoU RSUD Kayu Agung Dengan Puskesmas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Polsek Rambutan Amankan Pria Diduga Pengedar Sabu, 11 Paket Barang Bukti Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:27 WIB

HAMASS Akan Kembali Demo Oknum Sekretaris Dinkes OKl

Berita Terbaru

Daerah

Dinkes OKI Sepakati MoU RSUD Kayu Agung Dengan Puskesmas

Selasa, 27 Okt 2026 - 17:59 WIB