Tanjung Lubuk OKI. Inewsnusantara.com – Kasus penusukan yang terjadi di Desa Kotabumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, OKI, beberapa waktu lalu belum juga diselesaikan oleh Polsek Tanjung Lubuk. Korban, Sus, masih merasakan trauma dan ingin pelakunya segera ditangkap dan dihukum berat.
Ditemui di kediamannya di Desa Kotabumi, Sus tampak masih terbaring lemah, namun sudah bisa dimintai keterangan. Didampingi suami korban, MRD, Sus bercerita tentang peristiwa yang dialaminya.(26/2)
“Saya sangat trauma dengan peristiwa yang saya alami dan ingin pelakunya segera ditangkap dan dihukum berat,” ujar Sus, dengan nada sedih.
Lebih lanjut, MRD mengeluhkan kinerja Polsek Tanjung Lubuk yang dianggap lamban dalam menangani kasus ini.
“Saya sudah melaporkan kasus ini ke Polsek Tanjung Lubuk, namun hingga saat ini belum ada tindakan yang signifikan untuk menangkap pelaku,” ujar MRD, dengan nada kecewa.
“Padahal, waktu peristiwa ini terjadi, pelakunya Adi Kurniawan alias Maksum masih bersembunyi di desa Kotabumi, tapi tidak ditangkap, saya khawatir karena Polsek Tanjung Lubuk seperti tidak serius dalam menangani kasus ini” tambahnya.
Sementara itu, Kapolsek Tanjung Lubuk, IPTU Yogie Melta, S.Sos, menjelaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung.
“Kami telah melakukan pemeriksaan saksi dan melengkapi barang bukti visum. Surat permintaan visum sudah kita kirimkan kepada ahli dokter Puskesmas Tanjung Lubuk,” ujar IPTU Yogie Melta, melalui pesan WhatsApp.
“Kami terus berkoordinasi dengan korban terkait perkembangan perkaranya. Pelaku masih terus kita cari keberadaannya untuk melakukan penangkapan,” tambahnya.
Kasus penusukan ini telah menimbulkan kekhawatiran masyarakat Desa Kotabumi dan keluarga korban. Mereka meminta Polsek Tanjung Lubuk OKI untuk segera menangkap pelaku dan memberikan keadilan kepada korban.(tyd)













