Polres OKI bersama peserta didik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Pokjar XIV dalam Focus Group Discussion (FGD)

- Redaksi

Jumat, 11 September 2026 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OGAN KOMERING ILIR —INC,-Api karhutla sering terlihat di permukaan. Masalahnya justru banyak yang tersembunyi: gambut yang menyimpan bara, sumber air yang terbatas, sarana pemadaman yang belum memadai, dan kebiasaan membuka lahan dengan membakar.

Persoalan itu dibedah Polres OKI bersama peserta didik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Pokjar XIV dalam Focus Group Discussion (FGD) di Kampung Damar Sari, Desa Menang Raya, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kamis, 10 September 2026.

FGD yang menjadi bagian dari Kuliah Kerja Profesi (KKP) tersebut membahas penanggulangan karhutla dari sisi koordinasi lintas sektoral, anggaran, sarana dan prasarana, pengelolaan lahan gambut dan sumber air, hingga keterlibatan masyarakat, pemerintah desa dan korporasi.

Baca Juga :  Bahagianya Petani OKI Panen Perdana Sawit PSR

Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto mengatakan pencegahan karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat.

“Karhutla tidak bisa ditangani sendiri oleh kepolisian. Kuncinya kolaborasi dan pencegahan sejak dini, terutama dengan melibatkan masyarakat yang berada paling dekat dengan wilayah rawan kebakaran,” katanya

Sejumlah praktik yang telah berjalan di OKI turut dibahas. Salah satunya Grup WhatsApp “OKI Peduli Api” untuk mempercepat komunikasi dan koordinasi. Ada pula pembangunan sekat kanal dan sumur bor serta penguatan kapasitas masyarakat untuk melakukan pencegahan dan pemadaman awal.

Tantangan tetap ada. Keterbatasan anggaran dan peralatan, sulitnya sumber air, karakteristik lahan gambut, serta kebiasaan membakar lahan membuat pencegahan karhutla membutuhkan kerja yang konsisten.

Baca Juga :  Peringati Wafat Isa Al-Masih, Kapolsek Talang Kelapa Monitoring Personil Pam di 11 Gereja

Kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial kepada masyarakat Kampung Damar Sari. Bagi Polres OKI dan Serdik Sespimmen, kegiatan itu bukan sekadar menyerahkan bantuan. Ada upaya membangun kepercayaan dan mengajak warga menjadi bagian dari pencegahan.

Di daerah rawan karhutla, warga adalah mata pertama yang melihat asap. Mereka pula yang bisa menjadi tangan pertama untuk mencegah api membesar.

Sebab, karhutla tidak selalu dimulai dari kobaran besar. Kadang ia bermula dari api kecil yang terlambat dicegah.

Berita Terkait

Melalui Patroli Ke Desa Binaan, Babinsa Perkuat Silaturahmi Dengan Warga
SMAN 2 Unggulan Talang Ubi Terapkan Program Teman SMA
Cegah dan Tanggulangi Karhutla,Tim Satgas karhutla Mabes TNI laksanakan Penyuluhan di Kecamatan Betung
Kapolres OKI Sambut 11 Serdik Sespimen Polri, Karhutla Dibedah dari Pencegahan hingga Trauma Warga
RSUD PALI Ajak Warga Terapkan Pola Hidup Sehat
Satgas Gabungan Padamkan Titik Api di Pangkalan Lampam
Satgas Gabungan Padamkan Titik Api di Pangkalan Lampam
Eksepsi 8 Terdakwa Korupsi Kredit BRI Rugikan Negara Rp. 922,45 Miliar Kandas di Tolak Hakim

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 09:50 WIB

Melalui Patroli Ke Desa Binaan, Babinsa Perkuat Silaturahmi Dengan Warga

Jumat, 11 September 2026 - 10:23 WIB

Polres OKI bersama peserta didik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Pokjar XIV dalam Focus Group Discussion (FGD)

Kamis, 10 September 2026 - 22:53 WIB

SMAN 2 Unggulan Talang Ubi Terapkan Program Teman SMA

Kamis, 10 September 2026 - 16:41 WIB

Cegah dan Tanggulangi Karhutla,Tim Satgas karhutla Mabes TNI laksanakan Penyuluhan di Kecamatan Betung

Kamis, 10 September 2026 - 13:50 WIB

Kapolres OKI Sambut 11 Serdik Sespimen Polri, Karhutla Dibedah dari Pencegahan hingga Trauma Warga

Berita Terbaru

Daerah

SMAN 2 Unggulan Talang Ubi Terapkan Program Teman SMA

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:53 WIB