Viral Aniaya Dokter Koas Pelaku Fadillah als Datuk Dituntut Jpu Empat Tahun Penjara.

- Redaksi

Selasa, 29 April 2025 - 19:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang, inewsnusantara.com- Terdakwa Fadilla alias Datuk, yang terjerat perkara penganiayaan terhadap Muhammad Luthfi selaku dokter koas Unsri, akhirnya dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel dengan pidana penjara selama 4 tahun, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Palembang.

Sidang diketuai oleh majelis hakim Corry Oktarina SH MH, dihadiri oleh JPU Kejati Sumsel Rini Purnamawati melalui Jaksa Pengganti M.Agung Anugerah, serta menghadirkan Terdakwa Fadilla alias Datuk.

Dalam amar tuntutannya, JPU Kejati Sumsel menilai bahwa perbuatan Terdakwa Fadilla alias Datuk terbukti secara sah bersalah, melakukan tindak pidana penganiayaan sehingga menyebabkan korban Luthfi mengalami luka berat.

Atas perbuatan Terdakwa Fadilla alias Datuk, JPU Kejati Sumsel mendakwa Terdakwa melanggar pasal 351 ayat (2) KUHP Pidana

“Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Fadilla alias Datuk, dengan pidana penjara selama 4 tahun, dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan,” ungkap M.Agung Anugerah saat bacakan amar tuntutan.

Baca Juga :  Setahun RDPS, Palembang Tancap Gas Menuju 2027: Ekonomi Tumbuh, Stunting Turun Signifikan

Usai mendengarkan amar tuntutan JPU, majelis hakim memberikan kesempatan kepada Terdakwa untuk menyampaikan nota pembelaan (Pledoi), yang akan disampaikan dalam sidang pekan depan.

Aditya kurniadi cs Kuasa hukum terdakwa fadilah als Datuk mengatakan, tuntutan jpu tersebut terlalu berlebihan,dengan pasal 351 ayat 2 yang diterapkan, dikarenakan dilihat dari persidangan korban bisa hadir, bisa berjalan dan memberikan keterangan dipersidangan, tanpa alami luka permanen menurut kami.

“Kami akan menanggapi tuntutan JPU kejati sumsel dengan nota pledoi dipersidangan pekan depan. Ujar Aditya kurniadi cs

Sementara itu saat melalui via telpon Redho Junaidi selaku kuasa hukum Luthfi dokter Koas Unsri mengatakan, bahwa dirinya menghormati proses hukum, terkait tuntutan 4 tahun dari JPU Kejati Sumsel.

“Akan tetapi kami juga memohon keadilan kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini melalui putusannya, agar terdakwa di terapkan pidana maksimal sesuai dakwaan primer pasal 351 ayat (2) yaitu 5 tahun penjara, karena tindakan penganiayaan yang di lakukan Terdakwa terlampau brutal,” tegas Redho.

Baca Juga :  Polres OKI dan Bank Sumsel Babel Sepakat Amankan Objek Vital

Redho juga menyampaikan, mohon agar di terapkan tuntutan pidana maksimal terhadap terdakwa Fadilla alias Datuk, mengingat kejahatan ysng di lakukan oleh terdakwa, terhadap klien kami (Muhamad Luthfi) tidak ada perdamaian, dimana aksi pemukulan dilakukan secara berutal dan mendarat di daerah sangat vital yaitu kepala muka dan sekitar dagu dengan total lebih kurang 30 kali pukulan yang terbagi menjadi 3 sesi dalam satu peristiwa.

“Bahkan akibat peristiwa tersebut korban Luthfi sempat dilakukan perawatan selama 3 hari di Rumah Sakit (RS) dan tidak bisa melakukan kegiatan koas kurang lebih 8 hari, bahkan ada meninggalkan bekas, seperti bercak merah darah di bola mata korban sampai dengan hari ke 10 pun belum hilang,” terangnya.(164n).

Berita Terkait

HAMASS Kembali Desak Kejati Sumsel Usut Oknum Sekdin Dinkes OKI
Kapolres OKI Tegaskan Larangan Penggunaan Vape, Personel Diminta Patuhi Surat Edaran Kapolri*
Kapolres OKI Dampingi Menteri LH dan Pejabat Mabes Polri Tinjau Penanganan Karhutla di Tulung Selapan*
Polres OKI Bongkar Sembilan Pondok Diduga Sarang Narkoba di Serigeni Lama
Kapolres OKI Sambangi Warga Cokro, Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Polres OKI Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Siswa TK Belajar Bahaya Karhutla
Dinkes OKI Sepakati MoU RSUD Kayu Agung Dengan Puskesmas
Polsek Rambutan Amankan Pria Diduga Pengedar Sabu, 11 Paket Barang Bukti Disita

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 12:19 WIB

HAMASS Kembali Desak Kejati Sumsel Usut Oknum Sekdin Dinkes OKI

Senin, 2 November 2026 - 14:32 WIB

Kapolres OKI Tegaskan Larangan Penggunaan Vape, Personel Diminta Patuhi Surat Edaran Kapolri*

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Polres OKI Bongkar Sembilan Pondok Diduga Sarang Narkoba di Serigeni Lama

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Kapolres OKI Sambangi Warga Cokro, Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Polres OKI Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Siswa TK Belajar Bahaya Karhutla

Berita Terbaru